China Perdana Pamer Isi Pabrik Jet Tempur
Pendahuluan
Untuk pertama kalinya, Tiongkok membuka tabir rahasia salah satu pabrik jet tempur paling mutakhirnya kepada publik. Dalam pengungkapan ini, hanggar produksi jet siluman J-35 dan J-35A dipamerkan secara resmi, menunjukkan capaian industri dirgantara militer Negeri Tirai Bambu. Langkah ini bukan sekadar strategi propaganda, melainkan sinyal kuat bahwa China mulai menegaskan kekuatan militernya secara terbuka.
Kita akan membahas fakta-fakta tampak mulai dari jet yang ditampilkan, maksud diplomatiknya, reaksi negara lain, hingga implikasi jangka panjang dalam persaingan militer global.
Apa yang Dipamerkan: Hanggar & Jet Siluman
Dalam siaran publik yang dirilis pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, media resmi militer China memamerkan bagian dalam sebuah pabrik jet tempur canggih. Hanggar besar ini secara khusus memperlihatkan dua model jet yang sangat dijaga kerahasiaannya:
- J-35 / J-35A: jet tempur siluman yang selama ini menjadi andalan dalam pengembangan generasi penerus militer udara China.
- Berbagai komponen produksi, ruang perakitan, serta fasilitas pendukung tampak dalam video dan foto yang diluncurkan.
Meski demikian, tampilan yang ditunjukkan bukanlah keseluruhan proses produksi sebagian area tetap tertutup atau disensor agar elemen vital teknologi tidak terekspos sepenuhnya.
Mengapa China Melakukan Pameran Militer Ini
1. Pamer Kekuatan & Tunjukkan Kemandirian Teknologi
Dengan membuka pabrik jet siluman, China ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka tak lagi bergantung luar negeri dalam aspek militer mutakhir. Ini juga aspek kebanggaan nasional dalam perkembangan teknologi pertahanan.
2. Pesan Diplomatik & Tekanan Global
Pada level diplomasi, membuka rahasia militer yang selama ini tersimpan bisa menjadi cara untuk menyampaikan bahwa China siap menjadi aktor dominan di Asia Timur, termasuk dalam konflik potensial di Laut China Selatan atau Taiwan.
3. Menjawab Kritik & Membangun Kepercayaan Publik Domestik
Pamer ini bisa memperkuat dukungan domestik bagi anggaran militer: rakyat melihat “uang pajak mereka” menghasilkan kekuatan nyata. Juga sebagai jawaban terhadap tuduhan bahwa industri militer China “terlalu tertutup.”
Reaksi & Respons dari Pihak Luar
- Sejauh ini, reaksi publik dunia belum meluncur menjadi pernyataan resmi besar-besaran dari negara Barat. Namun para pengamat militer segera merespon bahwa pameran ini bisa memicu peningkatan kecemasan di negara-negara tetangga dan sekutu AS.
- Beberapa laporan menyebut bahwa pameran ini bisa memicu perlombaan militer baru, mendorong negara lain mempercepat modernisasi sistem tempur mereka.
- Di dalam negeri sendiri, langkah ini disambut sebagai prestasi yang membanggakan bahwa China telah masuk ke level rahasia tinggi dalam industri jet tempur.
Hambatan & Keraguan Teknis
Meskipun pameran ini glamor, sejumlah pertanyaan teknis tetap mengintai:
- Seberapa nyata kapabilitas jet siluman J-35 dan J-35A? Apakah itu benar-benar generasi baru yang mampu bersaing dengan jet generasi ke-5 negara lain?
- Fasilitas yang dipamerkan mungkin adalah bagian “showroom” area yang didesain agar tampak paling impresif, bukan tempat perakitan utama.
- Teknologi “siluman” melibatkan material khusus, radar penekan, sistem kontrol panas, dan integrasi sensor apa semua itu sudah siap operasional secara penuh?
- Bagaimana China menjaga keamanan data dalam era spionase udara dan satelit? Pamer teknologi militer sangat rentan disadap atau surveilans dari luar.

Implikasi Strategis & Masa Depan
1. Pengaruh Regional & Politik Pertahanan
Negara Asia Timur, termasuk Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan negara ASEAN, kemungkinan akan mengkaji ulang kebijakan pertahanan dan meningkatkan anggaran militer.
2. Koreksi Aliansi Militer
Amerika Serikat dan sekutunya mungkin memperkuat kehadiran dan kerja sama pertahanan di Asia-Pasifik untuk merespon langkah ekspansif China.
3. Industri Pertahanan Global
Pabrik-pabrik militer lain akan tertekan untuk berinovasi baik dalam jet tempur, sistem stealth, maupun drone dan sistem AI tempur.
4. Risiko Eskalasi Konflik
Pameran militer semacam ini bisa dianggap provokasi dalam situasi geopolitik yang sudah tegang misalnya kawasan Taiwan atau perbatasan Laut China Selatan.
Kesimpulan
China telah mengambil langkah berani dengan memamerkan isi pabrik jet tempur silumannya J-35 dan J-35A untuk publik. Tindakan ini bukan sekadar aksi estetika, melainkan ungkapan ambisi strategis dalam teknologi militer dan diplomasi global.
