Bolehkah Makanan Beku Dicairkan lalu Dibekukan Kembali? Ini Aturan Amannya
Membekukan kembali makanan yang sudah dicairkan tidak selalu berbahaya, tetapi keamanannya bergantung pada cara pencairan dan suhu makanan. Makanan yang dicairkan perlahan di dalam kulkas umumnya boleh dimasukkan kembali ke freezer tanpa dimasak terlebih dahulu. Sebaliknya, makanan yang dicairkan dengan air dingin atau microwave harus segera dimasak dan tidak boleh langsung dibekukan kembali dalam keadaan mentah.
Perlu dibedakan antara keamanan pangan dan kualitas makanan. Pembekuan ulang dapat membuat tekstur lebih lembek, kadar air berubah, atau rasa menurun. Perubahan tersebut tidak selalu berarti makanan sudah rusak. Namun, jika makanan terlalu lama berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang, makanan sebaiknya dibuang.
Kapan makanan yang sudah dicairkan boleh dibekukan kembali?
Makanan boleh dibekukan kembali tanpa dimasak apabila dicairkan di dalam kulkas dengan suhu 4°C atau lebih rendah. Cara ini paling aman karena makanan tetap berada dalam kondisi dingin selama proses pencairan. Jika ragu, makanan juga dapat segera dimasak, lalu disimpan kembali setelah matang dan cukup dingin.
Makanan yang masih memiliki kristal es atau tetap berada pada suhu 4°C atau lebih rendah juga dapat dibekukan kembali atau langsung dimasak. Kristal es menunjukkan bahwa makanan belum sepenuhnya mencair dan masih berada dalam kondisi sangat dingin.
Meski aman dari sisi suhu, kualitas makanan mungkin berubah setelah dibekukan ulang. Daging, unggas, ikan, sayuran, atau makanan matang dapat kehilangan sebagian kelembapan. Setelah dimasak, teksturnya mungkin tidak sama seperti sebelum dibekukan pertama kali.
Kapan makanan tidak boleh langsung dibekukan kembali?
Makanan yang dicairkan menggunakan air dingin atau microwave tidak boleh langsung dibekukan kembali dalam kondisi mentah. Makanan tersebut harus segera dimasak. Setelah matang, makanan dapat disimpan kembali sesuai kebutuhan dengan memperhatikan kebersihan dan suhu penyimpanan.
Pencairan dengan microwave dapat membuat sebagian bagian makanan mulai matang, sementara bagian lain masih dingin atau beku. Karena itu, makanan yang dicairkan dengan cara ini harus langsung dimasak, bukan disimpan mentah untuk dimasak nanti atau langsung dimasukkan kembali ke freezer.
Pencairan di suhu ruang juga tidak dianjurkan. Jangan mencairkan makanan di atas meja dapur, di dalam mobil, menggunakan air panas, atau di tempat lain yang suhunya tidak terkendali. Ketika bagian luar makanan menjadi lebih hangat dari sekitar 4°C, bakteri dapat berkembang meskipun bagian tengahnya masih beku.
Tiga cara aman mencairkan makanan beku
1. Di dalam kulkas
Memindahkan makanan dari freezer ke kulkas sejak sehari sebelumnya merupakan pilihan yang paling aman jika waktu memungkinkan. Letakkan makanan dalam wadah atau kemasan yang dapat menahan cairan agar tidak menetes ke makanan lain. Suhu kulkas perlu dipertahankan pada 4°C atau lebih rendah.
Setelah mencair, makanan dapat segera dimasak. Jika belum akan digunakan, makanan boleh dibekukan kembali tanpa dimasak, selama proses pencairannya berlangsung di dalam kulkas dan makanan tetap dingin.
2. Dalam air dingin
Jika membutuhkan cara yang lebih cepat, masukkan makanan ke dalam kantong atau kemasan yang kedap bocor, kemudian rendam dalam air dingin. Air perlu diganti setiap 30 menit agar tetap dingin dan proses pencairan berlangsung lebih aman.
Setelah makanan mencair, segera masak. Jangan menyimpannya kembali dalam keadaan mentah di freezer. Kemasan yang tidak bocor penting untuk mencegah air masuk ke makanan serta mengurangi risiko kontaminasi silang.
3. Menggunakan microwave
Microwave dapat digunakan untuk mencairkan makanan, tetapi makanan harus langsung dimasak setelah proses selesai. Periksa seluruh bagian makanan karena beberapa area mungkin sudah mulai matang atau lebih panas daripada bagian lainnya.
Metode microwave sebaiknya digunakan ketika makanan memang akan segera dimasak. Jangan mencairkan makanan dengan microwave lalu menundanya pada suhu ruang atau memasukkannya kembali ke freezer dalam kondisi mentah.
Panduan berdasarkan jenis makanan
Daging dan unggas
Daging sapi, kambing, ayam, atau unggas lain yang dicairkan di kulkas boleh dibekukan kembali dalam keadaan mentah. Namun, tekstur dan kelembapannya dapat menurun. Jika dicairkan dengan air dingin atau microwave, segera masak sampai matang, kemudian simpan makanan yang sudah matang bila diperlukan.
Gunakan wadah atau kemasan yang tertutup rapat saat mencairkan daging dan unggas. Cara ini membantu mencegah cairan mentah mengenai makanan lain di dalam kulkas.
Ikan dan makanan laut
Ikan dan makanan laut mengikuti aturan yang sama. Jika pencairan dilakukan di kulkas dan suhu makanan tetap 4°C atau lebih rendah, makanan dapat dibekukan kembali atau segera dimasak. Jika pencairan dilakukan dengan air dingin atau microwave, masak segera dan jangan membekukannya kembali dalam kondisi mentah.
Makanan matang
Makanan matang yang dicairkan di kulkas dapat dibekukan kembali apabila tetap disimpan pada suhu aman. Kualitasnya bisa berubah, terutama pada makanan yang mengandung banyak air atau memiliki tekstur lembut. Jika makanan matang dicairkan dengan air dingin atau microwave, segera panaskan atau masak sebelum disimpan kembali.
Kapan makanan harus dibuang?
Jangan mencoba menyelamatkan makanan yang sudah terlalu lama berada di luar pendingin. Makanan yang berada di luar kulkas lebih dari 2 jam sebaiknya tidak dibekukan kembali dan sebaiknya dibuang. Batasnya menjadi lebih singkat, yaitu lebih dari 1 jam, ketika suhu sekitar berada di atas 32°C.
Makanan juga sebaiknya dibuang jika pencairannya berlangsung di tempat yang suhunya tidak terkendali, seperti meja dapur, mobil, atau air panas, lalu makanan sudah menjadi hangat. Jangan mengandalkan pembekuan ulang untuk menghilangkan risiko karena freezer tidak memperbaiki penanganan makanan yang sudah tidak aman.
Perubahan tekstur atau keluarnya cairan tidak otomatis menandakan makanan berbahaya. Namun, jika makanan sudah berada dalam kondisi atau suhu yang tidak aman, keputusan paling tepat adalah tidak mengonsumsinya, meskipun tampilan luarnya masih terlihat baik.
Tips agar pembekuan ulang lebih aman
- Jaga suhu kulkas pada 4°C atau lebih rendah dan freezer sekitar -18°C atau lebih rendah.
- Jika memungkinkan, cairkan makanan secara perlahan di kulkas sejak sehari sebelumnya.
- Gunakan kemasan kedap bocor ketika mencairkan makanan dengan air dingin.
- Ganti air rendaman setiap 30 menit dan masak makanan segera setelah mencair.
- Berikan label pada makanan yang dibekukan kembali agar mudah memantau isinya.
- Jika makanan masih memiliki kristal es atau suhunya tetap 4°C atau lebih rendah, pilih untuk membekukan kembali atau segera memasaknya.
Kesimpulan
Membekukan kembali makanan yang sudah dicairkan boleh dilakukan jika makanan dicairkan di dalam kulkas dan tetap berada pada suhu 4°C atau lebih rendah. Risiko utamanya dalam kondisi ini lebih berkaitan dengan penurunan tekstur dan kualitas, bukan otomatis keracunan pangan.
Makanan yang dicairkan dengan air dingin atau microwave harus segera dimasak, sedangkan pencairan di suhu ruang, air panas, mobil, atau tempat bersuhu tidak terkendali harus dihindari. Jika makanan berada di luar kulkas lebih dari 2 jam, atau lebih dari 1 jam saat suhu sekitar di atas 32°C, buang makanan tersebut dan jangan membekukannya kembali.
