Food & Health

Cara Menyimpan dan Memasak Telur agar Aman dari Salmonella

Keamanan telur perlu diperhatikan sejak telur dibeli hingga disajikan. Cangkang yang tampak bersih dan tidak retak bukan jaminan telur bebas dari Salmonella. Bakteri tersebut dapat terbawa telur dan menyebar melalui tangan, alat masak, atau permukaan dapur yang terkena telur mentah.

Dengan kebiasaan sederhana, risiko kontaminasi dapat dikurangi. Kuncinya adalah menjaga telur tetap dingin, memisahkan telur mentah dari makanan siap makan, mencuci tangan dan peralatan setelah digunakan, serta memasak telur sampai matang.

Cara memilih dan membawa telur dari tempat belanja

Periksa kondisi cangkang sebelum membeli atau menggunakannya. Telur dengan cangkang retak sebaiknya dibuang karena retakan dapat menjadi jalur masuknya kontaminan. Telur yang tampak bersih tetap perlu ditangani dengan hati-hati karena kebersihan cangkang tidak memastikan bagian dalamnya bebas dari bakteri.

Setelah dibeli, upayakan telur tidak terlalu lama berada pada suhu ruang. Telur tidak boleh dibiarkan di luar lemari pendingin lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan melebihi 32°C, batas waktunya menjadi tidak lebih dari satu jam. Karena itu, telur sebaiknya segera disimpan setelah sampai di rumah.

Langkah menyimpan telur di lemari pendingin

Gunakan suhu sekitar 4°C atau lebih rendah

Simpan telur dalam lemari pendingin pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah. Suhu dingin membantu menjaga telur tetap aman selama penyimpanan. Hindari membiarkan telur berulang kali mengalami perubahan suhu karena kondisi tersebut dapat mengganggu kestabilan penyimpanannya.

Simpan dalam karton asli

Letakkan telur di dalam karton aslinya. Karton membantu melindungi telur dari benturan dan membantu mengurangi pengaruh perubahan suhu. Simpan telur di bagian dalam kulkas, bukan di rak pintu, karena bagian dalam kulkas lebih sesuai untuk menjaga suhu tetap stabil.

Jangan mengeluarkan semua telur dari karton lalu membiarkannya di meja dapur. Ambil hanya jumlah yang akan digunakan, kemudian kembalikan sisanya ke lemari pendingin. Kebiasaan ini membantu menjaga telur tidak terlalu lama berada pada suhu ruang.

Menangani telur mentah dengan aman

Sebelum memecahkan telur, siapkan mangkuk dan peralatan yang diperlukan. Setelah cangkang bersentuhan dengan tangan, mangkuk, atau permukaan kerja, perlakukan semuanya sebagai benda yang mungkin terkontaminasi telur mentah. Jangan menggunakan alat yang sama untuk telur mentah dan makanan siap santap tanpa mencucinya terlebih dahulu.

Cuci tangan dengan sabun dan air setelah memegang telur mentah. Peralatan, mangkuk, talenan, dan permukaan dapur yang terkena telur mentah juga perlu dicuci menggunakan sabun dan air. Langkah ini penting untuk mencegah perpindahan bakteri ke makanan lain, terutama makanan yang tidak akan dimasak lagi.

Hindari mencicipi adonan yang mengandung telur mentah. Adonan kue, saus, atau hidangan lain yang belum dimasak dapat memiliki risiko yang sama seperti telur mentah. Pisahkan proses menyiapkan bahan mentah dari proses menata makanan yang sudah siap dimakan.

Cara memasak telur agar lebih aman

Masak telur hingga bagian putih dan kuningnya mengeras. Telur yang masih memiliki bagian putih atau kuning cair berarti belum mencapai tingkat kematangan yang disarankan untuk keamanan telur di rumah.

Untuk hidangan berbahan telur seperti quiche dan frittata, pastikan bagian dalamnya mencapai suhu sekitar 71°C. Pengukuran suhu internal membantu memastikan bagian tengah hidangan tidak masih mentah, terutama ketika lapisan makanan cukup tebal.

Jangan hanya mengandalkan warna permukaan atau bagian tepi sebagai tanda matang. Bagian luar dapat terlihat matang sementara bagian tengah masih kurang matang. Setelah memasak, gunakan alat saji yang bersih dan hindari meletakkan makanan matang di piring yang sebelumnya digunakan untuk telur mentah.

Perhatian untuk resep dengan telur mentah atau setengah matang

Beberapa resep menggunakan telur tanpa pemasakan penuh. Untuk resep seperti ini, gunakan telur atau produk telur yang telah dipasteurisasi. Pasteurisasi membuat produk telur diproses untuk menurunkan risiko bakteri, sehingga lebih sesuai untuk hidangan yang disajikan mentah atau kurang matang.

Perhatian khusus diperlukan ketika hidangan disajikan kepada anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan sistem imun lemah. Kelompok tersebut sebaiknya tidak mengonsumsi hidangan telur mentah atau setengah matang tanpa mempertimbangkan penggunaan telur atau produk telur pasteurisasi.

Cara menyimpan telur dan hidangan yang sudah matang

Telur rebus

Telur rebus yang sudah matang dapat disimpan di lemari pendingin hingga tujuh hari. Pastikan telur segera masuk ke lemari pendingin setelah selesai disiapkan, bukan dibiarkan berlama-lama di meja makan.

Hidangan berbahan telur

Hidangan telur matang perlu segera didinginkan dan umumnya digunakan dalam tiga sampai empat hari. Simpan hidangan tersebut dalam lemari pendingin, lalu keluarkan sesuai porsi yang akan dimakan. Jangan membiarkan hidangan matang berada pada suhu ruang lebih dari dua jam, atau lebih dari satu jam ketika suhu lingkungan melebihi 32°C.

Jika hidangan telur sudah terlalu lama berada di luar lemari pendingin, jangan mengandalkan aroma atau penampilannya saja untuk menentukan keamanan. Batas waktu penyimpanan dan suhu perlu menjadi pertimbangan utama.

Checklist keamanan telur di dapur

  • Simpan telur pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah.
  • Gunakan karton asli dan letakkan telur di bagian dalam kulkas, bukan di pintu.
  • Buang telur dengan cangkang retak.
  • Jangan meninggalkan telur pada suhu ruang lebih dari dua jam, atau lebih dari satu jam jika suhu melebihi 32°C.
  • Cuci tangan, peralatan, dan permukaan yang terkena telur mentah dengan sabun dan air.
  • Masak telur hingga putih dan kuningnya mengeras.
  • Pastikan quiche, frittata, dan hidangan serupa mencapai suhu internal sekitar 71°C.
  • Gunakan telur pasteurisasi untuk resep mentah atau setengah matang.
  • Simpan telur rebus matang hingga tujuh hari dan gunakan hidangan telur matang dalam tiga sampai empat hari.

Keamanan telur tidak bergantung pada satu langkah saja. Penyimpanan dingin, kebersihan tangan dan peralatan, pemisahan bahan mentah, serta pemasakan yang memadai perlu dilakukan sebagai satu rangkaian. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, telur dapat diolah dengan lebih aman untuk keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *