Cara Menilai Kinerja DPR secara Objektif melalui Dokumen Resmi
Pelajari cara menilai kinerja DPR melalui Prolegnas, risalah rapat, dokumen legislasi, kehadiran, dan tindak lanjut aspirasi secara berbasis bukti.
Read MorePelajari cara menilai kinerja DPR melalui Prolegnas, risalah rapat, dokumen legislasi, kehadiran, dan tindak lanjut aspirasi secara berbasis bukti.
Read MorePelajari cara memantau APBD daerah melalui SIPD, KUA-PPAS, DPA, laporan realisasi, dan data pengadaan secara sistematis dan berbasis bukti.
Read MorePelajari cara menyampaikan masukan RUU melalui RDPU, SIMASLEG, dan dokumen resmi dengan argumen berbasis pasal, bukti, serta mekanisme tindak lanjut.
Read MorePelajari cara membaca putusan Mahkamah Konstitusi, memahami amar, pertimbangan hukum, status perkara, serta dampaknya bagi kebijakan publik.
Read MoreKomisi II DPR membentuk Panja RUU Pemilu pada 29 September 2026 untuk membahas revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 secara jangka panjang.
Read MoreDPR bersama pemerintah mengesahkan APBN 2027 dengan belanja negara Rp4.106,26 triliun dan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.
Read MoreGKSR mengusulkan ambang batas parlemen 1 persen untuk Pemilu 2029. Revisi UU Pemilu masih membahas opsi 5 persen hingga 6 persen.
Read MoreRUU Pelindungan Ketenagakerjaan belum final. DIM bertambah menjadi lebih dari 2.100, sementara DPR dan pemerintah menargetkan pengesahan Oktober 2026.
Read MorePembahasan RUU Satu Data Indonesia di DPR memasuki tahap krusial. Status, kewenangan, dan pertanggungjawaban lembaga pengelola menjadi sorotan.
Read MorePelajari cara memantau kinerja DPR melalui agenda sidang, risalah rapat, JDIH, serta status pembahasan RUU secara kritis dan berbasis dokumen.
Read More