Krisis RAM Global Disebut Menguat, Lenovo Berpotensi Naikkan Harga Laptop pada 2026
Kabar mengenai dampak krisis RAM global mulai ramai diperbincangkan karena dinilai akan ikut memengaruhi harga perangkat elektronik, termasuk laptop. Dalam laporan CNN Indonesia, disebutkan bahwa situasi pasokan memori yang semakin ketat bisa membuat Lenovo bakal kerek harga laptop pada periode mendatang, terutama ketika memasuki 2026 dan permintaan pasar makin tinggi.
Bagi konsumen, isu seperti ini penting untuk diperhatikan karena komponen memori—seperti RAM dan penyimpanan—merupakan bagian vital dalam sebuah laptop. Ketika harga komponen tersebut naik, produsen biasanya perlu menyesuaikan struktur biaya produksinya, dan ujungnya berpengaruh pada harga jual di pasaran.
Kenapa RAM Punya Pengaruh Besar pada Harga Laptop?
RAM adalah salah satu komponen yang paling menentukan performa laptop, terutama untuk aktivitas multitasking. Semakin besar kapasitas RAM, biasanya semakin tinggi pula biaya produksi.
Ketika terjadi gangguan pasokan atau lonjakan kebutuhan global, harga RAM dapat naik secara bertahap. Produsen laptop seperti Lenovo berada di posisi yang sulit: mereka harus menjaga ketersediaan stok sekaligus mempertahankan margin produksi.
Dalam konteks inilah, krisis RAM global berpotensi menjadi “penarik harga” bagi banyak merek laptop, bukan hanya Lenovo saja.
Penyebab Krisis RAM Global yang Perlu Dipahami
1) Permintaan Komponen Memori Kian Tinggi
Perangkat teknologi saat ini semakin mengandalkan memori besar. Bukan cuma laptop, tetapi juga smartphone, server cloud, hingga perangkat AI membutuhkan RAM dan penyimpanan dengan kapasitas tinggi.
Ketika permintaan meningkat, stok menjadi lebih cepat terserap. Ini membuat harga cenderung naik karena persaingan mendapatkan komponen semakin ketat.
2) Gangguan Pasokan dan Produksi Tidak Selalu Stabil
Industri semikonduktor bergantung pada rantai pasok global yang kompleks. Ketika salah satu proses produksi tersendat, dampaknya bisa menyebar ke banyak sektor.
Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga komponen secara menyeluruh, termasuk RAM dan SSD, sehingga produsen harus menghitung ulang biaya produksi laptop.
3) Efek Domino ke Brand Laptop
Walaupun RAM diproduksi oleh perusahaan komponen, bukan merek laptop, efek kenaikannya langsung terasa di harga akhir. Bahkan di beberapa kasus, produsen laptop bisa melakukan penyesuaian harga bertahap agar tidak terlalu “mengagetkan” pasar.
CNN Indonesia menyoroti potensi ini dalam konteks Lenovo, yang diperkirakan dapat menaikkan harga laptop jika tekanan biaya terus berjalan hingga 2026.
Dampak yang Mungkin Terasa bagi Konsumen
Harga Laptop Baru Bisa Naik Perlahan
Kenaikan harga akibat krisis RAM biasanya tidak langsung ekstrem, namun bisa muncul sebagai peningkatan harga pada seri baru, atau revisi harga pada model yang sebelumnya sudah beredar.
Untuk konsumen yang sedang berencana upgrade, ini bisa menjadi pertimbangan untuk membeli lebih cepat sebelum harga menyesuaikan.
Spesifikasi “Setara” Bisa Jadi Lebih Mahal
Bukan hanya laptop premium, model kelas menengah pun dapat terdorong naik. Misalnya, laptop yang sebelumnya terjangkau dengan RAM 16GB bisa menjadi lebih mahal karena komponen tersebut semakin berharga.
Akibatnya, beberapa konsumen mungkin mempertimbangkan opsi RAM lebih kecil atau memilih laptop dengan slot upgrade agar bisa ditingkatkan nanti.
Pasar Laptop Bekas Bisa Ikut Ramai
Saat laptop baru naik harga, sebagian pengguna akan melirik laptop bekas atau refurbished. Ini bisa membuat harga laptop bekas dengan spek tinggi menjadi lebih stabil, bahkan naik di beberapa kategori.
Strategi Aman Kalau Mau Beli Laptop di Tengah Isu Krisis RAM
1) Prioritaskan Kapasitas RAM yang Sesuai Kebutuhan
Jika laptop dipakai untuk pekerjaan berat seperti editing, desain, atau multitasking intensif, RAM minimal 16GB sering dianggap lebih aman. Namun jika penggunaan ringan, 8GB masih cukup untuk aktivitas dasar.
Intinya, jangan membeli terlalu tinggi hanya karena tren—tetapi juga jangan terlalu rendah kalau laptop dipakai jangka panjang.
2) Cek Opsi Upgrade RAM
Laptop dengan RAM yang bisa di-upgrade memberi fleksibilitas lebih besar. Jika harga RAM sedang tinggi saat beli, pengguna bisa memulai dari spesifikasi standar dan upgrade saat harga lebih masuk akal.
3) Pantau Promo dan Momen Diskon
Di Indonesia, promo laptop sering muncul pada periode tertentu seperti awal tahun, event belanja online, atau rilis seri baru. Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, promo bisa membantu menekan selisih harga.
Apakah Kenaikan Harga Lenovo Pasti Terjadi?
Kenaikan harga bukan sesuatu yang otomatis, namun wajar jika dipertimbangkan ketika krisis pasokan memori membuat biaya produksi meningkat. Karena itu, isu “Lenovo bakal kerek harga laptop” bukan sekadar rumor, tetapi bisa menjadi bagian dari strategi bisnis agar produksi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas.
Yang paling penting, konsumen sebaiknya memahami bahwa tren komponen seperti RAM bersifat global. Jika kondisi pasokan masih ketat hingga 2026, bukan tidak mungkin harga laptop dari berbagai merek ikut terkerek, termasuk Lenovo.
Kesimpulan
Isu krisis RAM global patut diperhatikan karena bisa berdampak langsung pada harga laptop yang beredar di pasaran. Jika biaya komponen naik, produsen laptop berpeluang melakukan penyesuaian harga, termasuk Lenovo yang disebut-sebut akan ikut menaikkan harga laptop pada 2026.
Bagi pengguna yang sedang berencana membeli, strategi terbaik adalah menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, mempertimbangkan opsi upgrade, serta memantau momentum promo agar tetap mendapatkan laptop dengan value terbaik.
