Food & Health

Vape Tak Hanya Ganggu Paru, Tapi Bisa Picu Risiko Diabetes! Ini Penjelasan Lengkapnya

Pendahuluan

Vape (rokok elektronik) sudah lama dikenal sebagai alternatif merokok biasa. Banyak orang menganggap vape “lebih aman” tapi penelitian terkini mulai membuka fakta mengejutkan: penggunaan vape bisa meningkatkan risiko pradiabetes dan bahkan diabetes. Kalau kamu sedang pakai vape atau punya kerabat yang vape-an, artikel ini penting banget untuk dibaca sampai habis.


Apa Itu Pradiabetes & Hubungannya dengan Vape?

Pradiabetes adalah kondisi ketika gula darah seseorang lebih tinggi dari normal, tapi belum sampai level diabetes tipe 2. Kalau tidak ditangani, bisa berkembang menjadi diabetes penuh yang lebih sulit dikendalikan.

Beberapa studi mengungkap bahwa kandungan nikotin dan zat kimia pendukung dalam vape bisa memicu gangguan metabolisme tubuh — termasuk resistensi insulin, stres oksidatif, dan respons peradangan yang bisa mempercepat terbentuknya pradiabetes.


Temuan Studi yang Memperkuat Kekhawatiran

  • Salah satu penelitian internasional menyebut bahwa pengguna vape memiliki risiko sekitar 7% lebih tinggi terkena pradiabetes dibanding non-perokok.
  • Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka yang menggunakan vape bersamaan dengan rokok konvensional (dual-use) punya risiko jauh lebih besar, dibanding mereka yang cuma merokok biasa saja.
  • Penelitian juga menekankan bahwa faktor pemicu tambahan seperti kelebihan berat badan, gaya hidup kurang aktif, pola makan tidak sehat, punya dampak penguat terhadap efek negatif vape terhadap metabolisme tubuh.

Dampak Kesehatan Lain di Luar Diabetes

Selain diabetes atau pradiabetes, penggunaan vape juga dikaitkan dengan:

  • Gangguan paru-paru, sesak nafas, dan fungsi pernapasan yang menurun.
  • Potensi risiko penyakit kardiovaskular.
  • Efek negatif pada pembuluh darah kecil (mikrovaskular) yang bisa memperburuk kontrol gula darah.

Kenapa Kita Harus Waspada Sekarang?

  • Vape makin populer terutama di kalangan remaja dan dewasa muda yang belum sepenuhnya paham risiko jangka panjangnya.
  • Pradiabetes sering “diam” tanpa gejala jelas banyak orang baru sadar saat sudah parah. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
  • Perubahan gaya hidup bisa menurunkan risiko: berhenti vaping, lebih aktif bergerak, pola makan sehat, kontrol berat badan.

Kesimpulan

Vape bukan hanya soal merusak paru-paru risikonya juga menjalar ke metabolisme, dengan potensi pradiabetes dan diabetes yang tidak boleh diabaikan. Kalau kamu vape, pikirkan ulang. Kalau punya teman/keluarga yang vape, dukung mereka sadar kesehatan. Memang butuh usaha, tapi kesehatan yang terjaga jauh lebih berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *