Food & Health

Cara Menyimpan Makanan Kaleng setelah Dibuka agar Tetap Aman

Makanan kaleng praktis karena dapat disimpan lebih lama sebelum dibuka. Namun, setelah segel terbuka, makanan tersebut perlu diperlakukan seperti sisa makanan lainnya. Paparan udara, alat makan, dan suhu ruang dapat memengaruhi keamanan serta kualitasnya.

Cara menyimpan makanan kaleng setelah dibuka yang paling aman adalah segera memindahkan sisa makanan ke wadah bersih bertutup, lalu menyimpannya di kulkas bersuhu sekitar 4°C atau lebih rendah. Lama penyimpanannya bergantung pada jenis makanan, sementara petunjuk pada label tetap perlu diperhatikan.

Langkah menyimpan makanan kaleng setelah dibuka

  1. Periksa kondisi kaleng sebelum dibuka. Jangan gunakan kaleng yang menggembung, bocor, berlubang, berkarat parah, atau penyok berat hingga mengganggu pembukaan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda kemasan tidak lagi layak digunakan.
  2. Buka kaleng dan periksa isinya. Jika makanan mengeluarkan bau tidak normal, menyembur kuat, atau tampak mencurigakan, jangan mencicipinya. Buang makanan tersebut.
  3. Pindahkan sisa makanan ke wadah bertutup. Gunakan wadah kaca atau plastik yang bersih dan memiliki penutup rapat. Sisa makanan memang boleh disimpan di dalam kaleng setelah dibuka, tetapi memindahkannya membantu mempertahankan kualitas dan cita rasa.
  4. Masukkan ke kulkas sesegera mungkin. Simpan wadah pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah. Jangan menunda pendinginan, terutama jika makanan tidak akan langsung dihabiskan.
  5. Catat atau ingat waktu pembukaan. Mengetahui kapan kaleng dibuka membantu menentukan apakah makanan masih berada dalam batas simpan yang aman.

Berapa lama makanan kaleng dapat disimpan di kulkas?

Batas waktu penyimpanan setelah dibuka berbeda menurut tingkat keasaman dan jenis makanan. Gunakan panduan berikut sebagai acuan umum, kemudian cocokkan dengan instruksi pada label produk.

Makanan kaleng rendah asam: 3–4 hari

Makanan kaleng rendah asam umumnya meliputi daging, unggas, ikan, sup, kacang, dan sebagian besar sayuran. Setelah dibuka dan disimpan dalam kulkas, makanan-makanan tersebut umumnya sebaiknya digunakan dalam 3–4 hari.

Contohnya, sisa ikan kaleng, sup, kacang, atau sayuran kaleng yang dibuka pada hari Senin sebaiknya direncanakan untuk dikonsumsi paling lambat dalam rentang tiga sampai empat hari berikutnya, selama sejak awal ditangani dan didinginkan dengan benar.

Makanan kaleng tinggi asam: 5–7 hari

Makanan kaleng tinggi asam, seperti tomat, buah, acar, dan produk dengan saus berbasis cuka, umumnya dapat disimpan selama 5–7 hari di kulkas setelah dibuka.

Rentang ini bukan berarti makanan pasti aman sampai batas paling akhir dalam semua kondisi. Jika label memberikan petunjuk yang lebih spesifik, ikuti petunjuk tersebut. Buang makanan lebih awal apabila aroma, tampilan, atau kondisinya tampak tidak normal.

Jangan membiarkan makanan terlalu lama di suhu ruang

Makanan yang membutuhkan pendinginan tidak sebaiknya dibiarkan pada suhu ruang lebih dari 2 jam. Jika suhu lingkungan berada di atas 32°C, batasnya menjadi lebih singkat, yaitu 1 jam.

Aturan ini berlaku sejak makanan dikeluarkan atau disajikan, termasuk ketika makanan kaleng sudah dipindahkan ke wadah lain. Karena itu, jangan menunggu makanan benar-benar dingin sebelum memasukkannya ke kulkas jika makanan sudah berada di suhu ruang mendekati batas waktu tersebut.

Sisa makanan yang telah dibiarkan melewati batas waktu tersebut sebaiknya dibuang. Memasukkannya ke kulkas setelah terlalu lama berada di suhu ruang tidak mengembalikan keamanan makanan.

Apakah sisa makanan boleh tetap berada di dalam kaleng?

Secara umum, sisa makanan kaleng boleh disimpan di dalam kaleng setelah dibuka. Namun, wadah kaca atau plastik bertutup lebih disarankan untuk membantu mempertahankan kualitas dan cita rasa makanan.

Wadah bertutup juga memudahkan penyimpanan di kulkas dan membantu melindungi makanan dari paparan udara serta kontak dengan makanan lain. Pastikan wadah yang digunakan bersih dan dapat ditutup dengan baik sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

Tanda kaleng dan isinya harus dibuang

Keamanan perlu diperiksa sebelum kaleng dibuka dan sebelum sisa makanan disimpan. Jangan mengambil risiko jika menemukan salah satu tanda berikut:

  • Kaleng menggembung.
  • Kaleng bocor atau berlubang.
  • Kaleng berkarat parah.
  • Kaleng mengalami penyok berat hingga mengganggu pembukaan.
  • Isi menyembur kuat saat kaleng dibuka.
  • Makanan mengeluarkan bau yang tidak normal.
  • Tampilan atau kondisi isi terlihat mencurigakan.

Kaleng dengan tanda kerusakan tidak boleh dicicipi untuk menentukan apakah isinya masih layak. Jika isinya tampak atau berbau tidak normal, jangan mencoba menyelamatkannya dengan memasak ulang. Lebih aman membuangnya.

Periksa petunjuk pada label

Panduan umum tentang wadah, suhu, dan lama penyimpanan tidak menggantikan petunjuk dari produsen. Label harus menjadi rujukan tambahan, terutama untuk produk yang mencantumkan keterangan seperti “simpan di kulkas” atau “dinginkan setelah dibuka”.

Beberapa produk dapat memiliki instruksi khusus terkait penyimpanan setelah segel dibuka. Karena itu, periksa kemasan sebelum membuangnya atau tuliskan petunjuk penting jika makanan dipindahkan ke wadah lain.

Ringkasan cara menyimpan makanan kaleng dengan aman

  • Periksa apakah kaleng menggembung, bocor, berlubang, berkarat parah, atau penyok berat.
  • Jangan mencicipi isi yang menyembur, berbau tidak normal, atau tampak mencurigakan.
  • Pindahkan sisa makanan ke wadah kaca atau plastik yang bersih dan bertutup.
  • Simpan di kulkas bersuhu sekitar 4°C atau lebih rendah.
  • Gunakan makanan rendah asam dalam 3–4 hari.
  • Gunakan makanan tinggi asam dalam 5–7 hari.
  • Buang makanan yang berada di suhu ruang lebih dari 2 jam, atau lebih dari 1 jam ketika suhu di atas 32°C.
  • Ikuti petunjuk pada label, khususnya instruksi untuk mendinginkan makanan setelah dibuka.

Dengan memindahkan sisa makanan ke wadah tertutup, mendinginkannya segera, dan memperhatikan batas waktu penyimpanan, makanan kaleng dapat tetap lebih aman untuk dikonsumsi setelah dibuka. Jika kondisi makanan atau kemasannya meragukan, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *