Wabah Salmonella Kecambah Brokoli Berakhir, 34 Kasus di AS
JAKARTA — Investigasi wabah Salmonella Bovismorbificans yang dikaitkan dengan kecambah brokoli dan microgreens di Amerika Serikat telah berakhir. FDA dan CDC memperbarui status investigasi tersebut pada 4 November 2026 setelah mencatat 34 kasus infeksi di enam negara bagian.
Dari jumlah itu, tiga pasien dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit. Tidak ada kematian yang dilaporkan. Meski wabah dinyatakan berakhir, otoritas kesehatan tetap meminta konsumen, restoran, dan pengecer tidak menggunakan benih brokoli yang masih termasuk dalam penarikan produk.
Wabah terkait kecambah dan microgreens
Kasus penyakit dalam investigasi ini mulai muncul pada 7 Juli hingga 11 September 2026. Otoritas kesehatan mewawancarai 30 pasien untuk menelusuri kemungkinan sumber infeksi dan pola konsumsi sebelum mereka sakit.
Sebanyak 29 dari 30 pasien yang diwawancarai mengatakan pernah mengonsumsi kecambah atau microgreens. Sebanyak 25 pasien secara khusus menyebut konsumsi kecambah brokoli. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa produk kecambah menjadi jalur paparan utama dalam wabah ini.
Investigasi laboratorium juga menemukan kecocokan genetik antara bakteri pada sampel kecambah, benih brokoli, dan sampel dari pasien. Kecocokan ini menjadi bagian penting dalam penelusuran sumber wabah, bersama dengan informasi mengenai makanan yang dikonsumsi para pasien.
Benih dari satu lot impor ditelusuri sebagai sumber
Penelusuran FDA dan CDC mengarah pada satu lot benih brokoli yang terkontaminasi. Benih tersebut diimpor dari Selandia Baru dan telah memicu beberapa penarikan produk di Amerika Serikat.
Produk kecambah yang ditarik telah melewati masa kedaluwarsa. Namun, kondisi itu tidak otomatis menghilangkan risiko pada benih brokoli yang ditarik. Benih dapat memiliki masa simpan yang panjang dan mungkin masih berada di dapur rumah tangga, restoran, atau tempat penyimpanan pengecer.
Produk atau benih yang mungkin terdampak telah didistribusikan secara nasional di Amerika Serikat. Karena itu, konsumen dan pelaku usaha pangan perlu memeriksa informasi penarikan yang berlaku sebelum menggunakan benih brokoli untuk menghasilkan kecambah atau microgreens.
Wabah berakhir, tetapi benih yang ditarik tidak boleh digunakan
Status “wabah berakhir” berarti tidak ada lagi perkembangan investigasi wabah yang sedang berlangsung berdasarkan pembaruan otoritas pada 4 November 2026. Status tersebut tidak berarti semua benih yang terkait telah aman digunakan atau bahwa risiko dari produk yang masih ditarik sudah hilang.
Benih yang terkontaminasi dapat menjadi perhatian khusus karena digunakan untuk menumbuhkan kecambah. Dalam proses tersebut, benih berada di lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan tanaman muda. Jika benih membawa bakteri, produk hasil kecambah dapat menjadi sumber paparan bagi orang yang mengonsumsinya.
Oleh sebab itu, konsumen, restoran, dan pengecer diminta tidak menggunakan benih brokoli yang termasuk penarikan, sekalipun kemasannya terlihat baik atau belum melewati masa simpan. Produk yang tidak lagi digunakan sebaiknya ditangani sesuai petunjuk penarikan yang dikeluarkan oleh otoritas atau pihak penjual.
Langkah kebersihan setelah menangani produk
FDA dan CDC juga meminta masyarakat membersihkan dan menyanitasi permukaan atau wadah yang bersentuhan dengan produk maupun benih yang ditarik. Langkah ini penting untuk mengurangi kemungkinan bakteri tertinggal dan berpindah ke makanan lain.
- Jangan menggunakan atau menyajikan benih brokoli yang termasuk dalam penarikan.
- Periksa area penyimpanan, wadah, dan permukaan yang bersentuhan dengan benih atau kecambah yang ditarik.
- Bersihkan permukaan dan wadah tersebut, kemudian lakukan sanitasi sesuai prosedur keamanan pangan.
- Hindari mencampurkan produk yang ditarik dengan bahan makanan lain.
- Restoran dan pengecer perlu memastikan stok yang terdampak tidak digunakan atau dijual.
Pembersihan dan sanitasi perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama pada wadah atau permukaan yang mungkin digunakan kembali untuk menyiapkan makanan. Konsumen juga sebaiknya mengikuti petunjuk resmi terkait penanganan dan pembuangan produk yang ditarik.
Kapan perlu menghubungi tenaga kesehatan?
Orang yang merasa mengalami gejala infeksi Salmonella setelah mengonsumsi kecambah atau microgreens perlu menghubungi tenaga kesehatan. Sampaikan riwayat konsumsi produk dan kemungkinan paparan agar tenaga kesehatan dapat memberikan penilaian yang sesuai.
Informasi mengenai keterkaitan dengan wabah tidak berarti setiap orang yang mengonsumsi kecambah brokoli pasti terinfeksi. Namun, riwayat konsumsi produk yang ditarik perlu disampaikan apabila seseorang kemudian mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan infeksi Salmonella.
Catatan untuk konsumen dan pelaku usaha
Kasus ini menunjukkan pentingnya memisahkan dua hal: berakhirnya penyelidikan wabah dan status keamanan produk yang masih ditarik. FDA dan CDC menyatakan wabah yang melibatkan 34 pasien di enam negara bagian telah berakhir, tetapi benih brokoli dari lot yang terkontaminasi tetap tidak boleh digunakan.
Kecocokan genetik pada sampel pasien, kecambah, dan benih serta laporan konsumsi dari sebagian besar pasien menjadi dasar penelusuran wabah tersebut. Dengan tidak menggunakan benih yang ditarik dan menjaga kebersihan permukaan serta wadah, konsumen dan pelaku usaha dapat membantu mencegah paparan lanjutan dari produk yang mungkin masih tersimpan.
