Technology

Identity Check Android: Cara Mengamankan Passkey dan Akun

Kehilangan ponsel bukan hanya berarti kehilangan perangkat. Jika layar berhasil dibuka, pencuri berpotensi mencoba mengakses sandi tersimpan, passkey, akun Google, hingga mengubah pengaturan keamanan. Android menyediakan Identity Check sebagai salah satu lapisan perlindungan untuk menghadapi risiko tersebut.

Fitur ini meminta autentikasi biometrik ketika pengguna melakukan tindakan sensitif di luar lokasi tepercaya yang sudah ditentukan. Dengan begitu, PIN atau pola layar saja tidak selalu cukup untuk membuka akses ke bagian penting perangkat. Namun, Identity Check bukan jaminan bahwa ponsel atau akun pasti aman. Pengguna tetap perlu memakai kunci layar yang kuat, verifikasi dua langkah, serta fitur pemulihan ketika perangkat hilang.

Apa Itu Identity Check Android?

Identity Check adalah fitur perlindungan pencurian pada perangkat Android tertentu. Saat perangkat berada di luar lokasi tepercaya, Android dapat mewajibkan pemindaian biometrik sebelum tindakan tertentu dilakukan.

Lokasi tepercaya merupakan tempat yang telah ditentukan pengguna sebagai lingkungan yang relatif aman, misalnya rumah. Di luar lokasi tersebut, perlindungan tambahan akan aktif untuk aktivitas yang dianggap sensitif. Mekanisme ini dirancang untuk mengurangi risiko ketika seseorang mengetahui PIN perangkat atau berhasil melewati sebagian perlindungan layar.

Data dan Pengaturan yang Dapat Dilindungi

Pada perangkat yang mendukungnya, Identity Check dapat memberikan perlindungan biometrik untuk sejumlah tindakan penting, antara lain: Informasi resmi yang berkaitan dengan pembahasan ini juga tersedia pada halaman HyperOS 3.1 Bawa Banyak Pembaruan: Dari Android 16, Super Island, sampai Dukungan AirPods.

  • Mengakses sandi tersimpan dan passkey melalui Google Password Manager.
  • Mengubah PIN, pola, atau metode kunci layar.
  • Menambahkan atau menghapus data biometrik.
  • Mengatur ulang perangkat ke kondisi pabrik.
  • Menonaktifkan Find Hub.
  • Menonaktifkan fitur perlindungan pencurian.
  • Menambahkan atau menghapus Akun Google dari perangkat.
  • Mengubah kata sandi atau faktor pemulihan Akun Google dari perangkat.

Perlindungan terhadap passkey penting karena kredensial ini dirancang untuk membantu pengguna masuk tanpa mengetik kata sandi. Jika passkey tersimpan di pengelola sandi dan dapat diakses oleh orang lain, akun yang terkait bisa ikut berisiko. Identity Check menambahkan pemeriksaan biometrik sebelum akses tersebut diberikan.

Syarat Sebelum Mengaktifkan Identity Check

Identity Check tidak tersedia di semua ponsel Android. Google menyatakan fitur ini hanya hadir pada perangkat tertentu. Karena itu, tidak munculnya menu Identity Check belum tentu menunjukkan adanya masalah pada pengaturan; perangkat atau versinya mungkin memang belum kompatibel.

Secara umum, pengguna perlu menyiapkan tiga hal: kunci layar, biometrik yang terdaftar, dan lokasi tepercaya. Pastikan pemindai sidik jari atau pengenalan wajah dapat digunakan dengan baik sebelum mengaktifkan fitur. Periksa juga pembaruan sistem keamanan agar perangkat memperoleh perlindungan terbaru yang tersedia. Informasi resmi yang berkaitan dengan pembahasan ini juga tersedia pada halaman Cara Membangun Lemari Pakaian Berkelanjutan.

Cara Mengaktifkan Identity Check Android

Menu pada setiap merek ponsel dapat memiliki perbedaan kecil, tetapi jalur yang dijelaskan Google adalah sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi Settings atau Setelan.
  2. Pilih Google.
  3. Buka All services atau Semua layanan.
  4. Pilih Theft protection atau perlindungan pencurian.
  5. Ketuk Identity Check.
  6. Ikuti instruksi untuk memastikan kunci layar, biometrik, dan lokasi tepercaya telah tersedia.
  7. Selesaikan konfirmasi untuk mengaktifkan fitur.

Jika opsi Identity Check tidak terlihat di halaman Theft protection, kemungkinan perangkat belum mendukungnya. Jangan mengunduh aplikasi tidak dikenal yang mengaku dapat menambahkan fitur tersebut, karena aplikasi semacam itu justru dapat meminta izin berlebihan atau membahayakan data.

Perluasan Perlindungan pada Android 16

Dalam pembaruan keamanan yang diumumkan Google pada 27 Januari 2026, perlindungan Identity Check diperluas ke fitur dan aplikasi yang menggunakan Android Biometric Prompt pada perangkat Android 16 atau yang lebih baru. Informasi resmi yang berkaitan dengan pembahasan ini juga tersedia pada halaman Technology.

Artinya, cakupan perlindungan tidak hanya bergantung pada pengaturan sistem tertentu. Aplikasi yang menggunakan mekanisme permintaan biometrik Android juga dapat memanfaatkan lapisan autentikasi tersebut, selama perangkat dan aplikasinya mendukung. Ketersediaan tetap dapat berbeda berdasarkan perangkat, versi sistem, dan penerapan pengembang aplikasi.

Identity Check dan Fitur Keamanan Android Lainnya

Theft Detection Lock

Theft Detection Lock merupakan lapisan perlindungan lain yang berkaitan dengan situasi pencurian. Fitur ini membantu merespons indikasi bahwa ponsel dirampas. Identity Check memiliki fungsi berbeda: memeriksa biometrik sebelum tindakan sensitif dilakukan ketika perangkat berada di luar lokasi tepercaya.

Remote Lock dan Find Hub

Jika ponsel hilang, Remote Lock dapat menjadi pilihan pemulihan untuk mengunci perangkat dari jarak jauh. Find Hub juga penting untuk membantu menemukan, mengamankan, atau mengelola perangkat sesuai kemampuan dan status perangkat tersebut. Identity Check sebaiknya dipandang sebagai perlindungan sebelum atau selama upaya akses, sedangkan fitur jarak jauh membantu setelah perangkat tidak lagi berada di tangan pemilik.

Private Space

Private Space dapat digunakan untuk memisahkan aplikasi dan data tertentu dari ruang utama. Fitur ini berguna bagi pengguna yang ingin memberikan lapisan pemisahan tambahan untuk aplikasi sensitif. Meski demikian, Private Space tidak menggantikan kunci layar kuat, pencadangan, atau perlindungan akun.

Langkah Tambahan agar Akun Tetap Aman

  • Gunakan PIN atau kata sandi layar yang tidak mudah ditebak, bukan kombinasi sederhana seperti tanggal lahir.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting.
  • Perbarui Android dan aplikasi secara berkala.
  • Pastikan nomor telepon atau metode pemulihan Akun Google masih dapat diakses.
  • Kenali cara memakai Remote Lock dan Find Hub sebelum ponsel hilang.
  • Hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.
  • Tinjau aplikasi yang memiliki akses ke data sensitif dan hapus aplikasi yang tidak diperlukan.

Pengguna yang bertanya Apakah HP Android Masih Butuh Antivirus? Ini Penjelasan dan Faktanya juga perlu memahami bahwa keamanan perangkat tidak bergantung pada satu aplikasi. Pengaturan bawaan, kebiasaan instalasi, pembaruan, dan perlindungan akun bekerja sebagai beberapa lapisan yang saling melengkapi. Demikian pula, pembaruan sistem seperti yang dibahas dalam topik HyperOS 3.1 Bawa Banyak Pembaruan: Dari Android 16, Super Island, sampai Dukungan AirPods tetap perlu dilihat dari sisi keamanan, bukan hanya fitur baru.

Kesimpulan

Identity Check Android membantu melindungi passkey, sandi tersimpan, akun Google, dan pengaturan sensitif dengan mewajibkan biometrik di luar lokasi tepercaya. Cara mengaktifkannya dapat ditemukan melalui Settings, Google, All services, lalu Theft protection, tetapi ketersediaan bergantung pada perangkat.

Fitur ini tidak mencegah pencurian secara fisik dan tidak menjamin pengambilalihan akun mustahil terjadi. Perlindungan terbaik tetap berupa kombinasi kunci layar kuat, biometrik, verifikasi dua langkah, pembaruan perangkat, serta kesiapan menggunakan Remote Lock dan Find Hub ketika ponsel hilang.

One thought on “Identity Check Android: Cara Mengamankan Passkey dan Akun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *