Ratusan Warga Negara Asing Hilang Setelah Banjir Bandang Nepal, Ini Daftar Negaranya
Banjir bandang Nepal menyebabkan ratusan warga negara asing dilaporkan hilang setelah bencana besar menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Para korban yang belum ditemukan berasal dari puluhan negara, termasuk India, Amerika Serikat, Malaysia, Ukraina, Australia, Inggris, dan Kanada.
Bencana tersebut menimbulkan kerusakan luas setelah aliran air, lumpur, es, dan material bebatuan menghantam permukiman, jalur wisata, hingga infrastruktur di kawasan Himalaya. Sedikitnya 392 orang telah dikonfirmasi meninggal, sementara lebih dari 1.400 orang lainnya masih dilaporkan hilang berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat, 28 Agustus 2026.
Di wilayah Nepal sendiri, 910 orang dilaporkan belum ditemukan. Dari jumlah tersebut, 517 merupakan wisatawan asing yang berasal dari 33 negara. Sementara itu, ratusan warga asing lainnya juga dilaporkan hilang di kawasan Gyirong, Tibet.
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang
Banjir bandang yang menerjang Nepal terjadi dengan sangat cepat dan membawa material dalam jumlah besar.
Air dingin bercampur lumpur, bebatuan, serta puing menyapu sejumlah kawasan yang berada di jalur aliran sungai. Rumah, jembatan, kendaraan, dan fasilitas pembangkit listrik dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Hingga Jumat, otoritas Nepal telah menemukan sedikitnya 389 jenazah. Sementara itu, pihak berwenang China melaporkan tiga korban meninggal di wilayah Tibet.
Dengan demikian, sedikitnya 392 korban jiwa telah dikonfirmasi dari kedua wilayah tersebut.
Jumlah tersebut masih dapat berubah karena operasi pencarian terus berlangsung di daerah yang sulit dijangkau.
Ratusan Turis Asing Masih Hilang
Banyak warga asing yang berada di kawasan terdampak merupakan wisatawan, pendaki, serta peziarah.
Kawasan Himalaya di sekitar perbatasan Nepal dan Tibet memang menjadi jalur penting bagi kegiatan pendakian maupun perjalanan ke Gunung Kailash.
Gunung yang berada di Tibet tersebut menjadi salah satu tempat suci bagi umat Hindu dan menarik banyak peziarah dari berbagai negara setiap tahunnya.
Ketika banjir bandang terjadi, sejumlah rombongan wisatawan berada di kawasan tersebut.
Rusaknya jaringan jalan dan komunikasi membuat proses pendataan menjadi semakin sulit.
517 Turis Asing Hilang di Nepal
Berdasarkan data Badan Pariwisata Nepal, sedikitnya 517 turis asing hilang akibat banjir bandang Nepal.
Para wisatawan tersebut berasal dari 33 negara.
India menjadi negara dengan jumlah warga hilang terbanyak. Sebanyak 178 warga India dilaporkan belum ditemukan di Nepal.
Jumlah tersebut belum termasuk warga India yang kemungkinan berada di wilayah Tibet ketika bencana terjadi.
Data mengenai orang hilang juga masih terus diperbarui seiring adanya laporan baru dari kedutaan, keluarga korban, serta otoritas masing-masing negara.
Amerika Serikat Laporkan Puluhan Warganya Hilang
Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan jumlah warga hilang cukup besar.
Badan Pariwisata Nepal awalnya mencatat 65 warga Amerika Serikat belum ditemukan.
Namun, laporan terbaru Departemen Luar Negeri AS menyebut sedikitnya 90 warga negara mereka tidak dapat dihubungi setelah bencana.
Perbedaan angka dapat terjadi karena proses pendataan masih berlangsung.
Pemerintah Amerika Serikat juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi para warga yang berada di kawasan terdampak.
Malaysia Catat Puluhan Warga Belum Bisa Dihubungi
Malaysia juga melaporkan adanya warga negaranya yang belum diketahui keberadaannya.
Badan Pariwisata Nepal mencatat 51 warga Malaysia hilang.
Sementara itu, laporan dari pihak Malaysia menyebut sedikitnya 55 warga negara mereka belum dapat dihubungi setelah banjir bandang.
Pemerintah Malaysia terus melakukan koordinasi dengan otoritas Nepal untuk melacak keberadaan warganya.
Proses identifikasi menjadi sulit karena sejumlah wilayah terdampak masih mengalami gangguan komunikasi.
Ukraina hingga Australia Masuk Daftar
Sebanyak 53 warga Ukraina dilaporkan belum ditemukan.
Australia juga mencatat puluhan warga hilang. Data awal Badan Pariwisata Nepal menyebutkan terdapat 35 warga Australia yang belum ditemukan.
Namun, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong kemudian menyampaikan bahwa jumlah warga Australia yang hilang telah bertambah menjadi 39 orang.
Australia juga mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan serta menambah personel konsuler untuk membantu pencarian warganya.
Inggris dan Kanada Turut Melaporkan Warga Hilang
Sedikitnya 33 warga Inggris masuk dalam daftar orang hilang setelah banjir bandang Nepal.
Kanada juga melaporkan 25 warga negaranya belum diketahui keberadaannya.
Otoritas dari kedua negara terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Nepal dan pihak terkait.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan apakah warga yang belum dapat dihubungi berada di lokasi pengungsian, rumah sakit, atau kawasan yang akses komunikasinya terputus.
Daftar Negara dengan Warga Hilang di Nepal
Berdasarkan data sementara, berikut beberapa negara yang warganya dilaporkan hilang atau belum dapat dihubungi setelah banjir bandang Nepal:
- India: 178 orang
- Amerika Serikat: hingga 90 orang
- Malaysia: sekitar 51 hingga 55 orang
- Ukraina: 53 orang
- Australia: 39 orang
- Inggris: 33 orang
- Kanada: 25 orang
- Jerman: 8 orang
- Rusia: 8 orang
- Afrika Selatan: 6 orang
- Latvia: 6 orang
- Jepang: 5 orang
- Selandia Baru: 5 orang
Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah karena proses pencarian terus dilakukan.
Warga dari Belasan Negara Lain Juga Belum Ditemukan
Selain negara-negara dengan jumlah korban yang sudah diketahui, Badan Pariwisata Nepal juga mencatat warga dari sejumlah negara lainnya masuk dalam daftar orang hilang.
Negara-negara tersebut antara lain Belarusia, Belgia, Bulgaria, Finlandia, Prancis, Hungaria, Irlandia, Israel, Italia, Kazakhstan, Lithuania, Belanda, Filipina, Portugal, Spanyol, Serbia, Swiss, dan Swedia.
Jumlah pasti warga yang hilang dari masing-masing negara tersebut belum tersedia.
Selain itu, China secara terpisah melaporkan sekitar 100 warganya belum ditemukan di Nepal.
Ratusan Warga Asing Juga Hilang di Tibet
Dampak bencana tidak hanya dirasakan di Nepal.
Di wilayah Gyirong, Tibet, China, sekitar 260 warga asing dilaporkan hilang.
Namun, rincian kewarganegaraan mereka belum dipublikasikan secara lengkap oleh otoritas setempat.
Wilayah Gyirong merupakan salah satu pintu perbatasan penting antara Nepal dan Tibet.
Kawasan tersebut juga menjadi jalur perjalanan wisatawan dan peziarah menuju berbagai destinasi di Himalaya.
Kerusakan besar pada jalan dan infrastruktur membuat akses menuju beberapa lokasi masih terbatas.
Pendaki dan Peziarah Termasuk Korban Hilang
Sebagian warga asing yang belum ditemukan diketahui berada di Nepal dan Tibet untuk kegiatan wisata.
Mereka terdiri dari pendaki Himalaya, wisatawan, pekerja, serta peziarah Hindu yang sedang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash.
Banyak rombongan perjalanan berada di kawasan tersebut ketika banjir bandang terjadi.
Akibat bencana, sejumlah jalur perjalanan terputus dan kendaraan tersapu.
Kondisi tersebut menyebabkan proses pencarian menjadi lebih rumit karena tim penyelamat harus menyisir wilayah pegunungan yang luas.
Runtuhnya Gletser Diduga Memicu Banjir
Penyelidikan awal menunjukkan bencana berkaitan dengan runtuhnya material gletser dan bebatuan di kawasan pegunungan.
Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS melaporkan keruntuhan tersebut memicu aliran besar es, batu, dan puing menuju sungai di bawahnya.
Citra satelit juga menunjukkan adanya keruntuhan besar di kawasan pegunungan sebelum banjir menerjang permukiman.
Material tersebut kemudian masuk ke aliran sungai dan menghasilkan gelombang banjir bercampur lumpur dengan kekuatan besar.
Para ilmuwan masih melakukan kajian untuk mengetahui penyebab pasti keruntuhan tersebut.
Perubahan Iklim Ikut Menjadi Perhatian
Perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang sedang diperhatikan dalam penyelidikan bencana.
Kawasan Himalaya mengalami pemanasan yang dapat mempercepat pencairan es dan melemahkan struktur gletser serta lapisan tanah beku atau permafrost.
Namun, para ilmuwan menekankan bahwa hubungan langsung antara satu peristiwa tertentu dengan perubahan iklim tetap membutuhkan analisis lebih lanjut.
Meski demikian, peningkatan suhu diketahui dapat memperbesar risiko longsor es, runtuhnya gletser, dan banjir glasial di kawasan pegunungan tinggi.
Operasi Pencarian Terus Dilakukan
Tim penyelamat Nepal masih melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang belum ditemukan.
Alat berat digunakan untuk membersihkan lumpur dan puing di sejumlah daerah yang terdampak paling parah.
Petugas juga menyisir sungai, lembah, serta daerah di sekitar permukiman yang tertimbun.
Namun, kondisi medan menjadi tantangan besar.
Jalan dan jembatan yang rusak membuat sejumlah lokasi hanya dapat dijangkau dengan kendaraan khusus atau melalui jalur udara.
Risiko banjir susulan juga membuat proses pencarian harus dilakukan dengan hati-hati.
Negara Asing Mulai Berikan Bantuan
Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kepada Nepal.
Australia mengumumkan bantuan jutaan dolar untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus menambah personel konsuler.
Amerika Serikat, India, China, Kanada, dan beberapa negara lainnya juga menyampaikan kesiapan memberikan bantuan.
Pemerintah Nepal mengatakan operasi pencarian saat ini masih dapat ditangani oleh lembaga dalam negeri.
Meski begitu, komunikasi dengan pemerintah asing terus dilakukan untuk membantu pencarian warga negara mereka.
Data Korban Masih Bisa Berubah
Jumlah korban meninggal dan hilang dalam banjir bandang Nepal masih terus diperbarui.
Perbedaan angka dari berbagai sumber terjadi karena pendataan dilakukan oleh beberapa lembaga secara bersamaan.
Sebagian orang yang sebelumnya dilaporkan hilang juga dapat ditemukan di pengungsian atau lokasi lain setelah jaringan komunikasi kembali tersedia.
Karena itu, angka korban dalam beberapa hari mendatang masih berpotensi berubah.
Otoritas meminta keluarga korban mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan kedutaan masing-masing.
Ratusan Warga Negara Asing Masih Dicari
Banjir bandang Nepal membuat ratusan warga negara asing masih dilaporkan hilang hingga Jumat, 28 Agustus 2026. Sebanyak 517 turis asing dari 33 negara belum ditemukan di wilayah Nepal, sementara sekitar 260 warga asing lainnya dilaporkan hilang di kawasan Gyirong, Tibet.
India mencatat jumlah warga hilang terbanyak, disusul Amerika Serikat, Malaysia, Ukraina, Australia, Inggris, serta Kanada. Operasi pencarian masih dilakukan di tengah medan pegunungan yang sulit dan kerusakan infrastruktur yang luas.
Sementara itu, korban meninggal akibat banjir bandang Nepal telah mencapai ratusan orang. Pemerintah Nepal dan sejumlah negara terus berkoordinasi untuk mencari para korban sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
