Travel

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk dan Serangga saat Traveling

Bepergian ke wilayah tropis, pedesaan, hutan, atau daerah dengan banyak genangan air membutuhkan persiapan tambahan. Nyamuk, kutu, pinjal, dan serangga lain bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menularkan penyakit seperti malaria, demam berdarah, chikungunya, Zika, demam kuning, serta sejumlah penyakit akibat gigitan kutu.

Karena itu, cara mencegah gigitan nyamuk saat traveling sebaiknya tidak baru dilakukan setelah tiba di tujuan. Persiapkan perlindungan sejak sebelum berangkat, gunakan perlengkapan secara tepat selama perjalanan, dan perhatikan kondisi kesehatan setelah pulang.

1. Periksa risiko kesehatan sebelum berangkat

Langkah pertama adalah mencari tahu risiko penyakit yang ditularkan nyamuk dan serangga di destinasi. Risiko dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lain, termasuk di negara atau daerah yang sama. Perhatian khusus diperlukan bila tujuan perjalanan berada di daerah endemis malaria.

Jika akan mengunjungi wilayah endemis malaria, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan sebelum keberangkatan. Sampaikan rencana perjalanan dan lokasi yang akan dikunjungi agar Anda memperoleh saran pencegahan yang sesuai. Persiapan ini penting karena pencegahan malaria tidak cukup hanya mengandalkan satu cara.

Masukkan repelan, pakaian tertutup, dan perlengkapan tidur yang sesuai ke dalam daftar bawaan. Dengan begitu, perlindungan tetap tersedia saat Anda berada di penginapan, mengikuti kegiatan luar ruangan, atau tidur di tempat yang tidak sepenuhnya terlindungi.

2. Gunakan repelan dengan bahan aktif yang sesuai

Repelan membantu mengurangi kemungkinan nyamuk dan serangga hinggap atau menggigit kulit. Pilih produk yang memiliki petunjuk penggunaan jelas dan gunakan sesuai label. Bahan aktif yang umum direkomendasikan oleh otoritas kesehatan meliputi:

  • DEET;
  • picaridin atau icaridin;
  • IR3535;
  • oil of lemon eucalyptus atau para-menthane-diol; dan
  • 2-undecanone.

Jangan menganggap penggunaan lebih banyak akan memberikan perlindungan lebih baik. Ikuti aturan pada kemasan, termasuk bagian tubuh yang boleh diberi repelan dan kapan pemakaian perlu diulang. Hindari mengoleskan repelan pada tangan, mata, mulut, luka, atau kulit yang iritasi.

Urutan pemakaian tabir surya dan repelan

Bila Anda menggunakan tabir surya dan repelan secara bersamaan, aplikasikan tabir surya terlebih dahulu. Biarkan tabir surya mengering, kemudian gunakan repelan sesuai petunjuk produk. Urutan ini membantu memastikan kedua produk digunakan dengan cara yang tepat.

3. Kenakan pakaian yang menutup kulit

Pakaian dapat menjadi penghalang fisik dari gigitan. Saat berada di area yang banyak nyamuk atau serangga, pilih pakaian longgar berlengan panjang dan celana panjang. Pakaian seperti ini membantu mengurangi area kulit yang terbuka, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Untuk perlindungan tambahan, permetrin dapat digunakan untuk merawat pakaian dan perlengkapan tertentu sesuai petunjuk. Permetrin bukan repelan kulit. Jangan mengoleskan atau menyemprotkan produk berbahan permetrin langsung ke kulit. Perhatikan label produk agar penggunaannya terbatas pada benda yang memang diizinkan.

4. Pilih penginapan yang membatasi masuknya nyamuk

Tempat menginap juga berperan penting dalam mengurangi paparan. Bila memungkinkan, pilih kamar dengan kasa pada jendela dan pintu atau penginapan yang menggunakan pendingin ruangan. Penghalang fisik dan ruangan yang tertutup dapat membantu mengurangi nyamuk masuk ke tempat Anda beristirahat.

Jika ruang tidur terbuka atau tidak memiliki perlindungan yang memadai, gunakan kelambu. Pastikan kelambu terpasang dengan baik dan menutupi area tempat tidur. Kelambu menjadi perlindungan penting ketika Anda tidur di lokasi dengan paparan nyamuk yang tinggi.

5. Sesuaikan perlindungan dengan aktivitas perjalanan

Perlindungan sebaiknya tetap digunakan ketika berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain. Repelan dapat diperlukan saat menjelajah area pedesaan, hutan, atau lokasi tropis dengan banyak serangga. Pakaian panjang juga tetap berguna ketika Anda berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Jangan hanya memikirkan perlindungan ketika melihat banyak nyamuk. Gigitan sering kali terjadi saat pelancong sedang beristirahat, berjalan, atau tidur. Karena itu, gabungkan beberapa langkah: repelan pada kulit sesuai label, pakaian tertutup, serta perlindungan tempat tidur bila diperlukan.

6. Perhatikan keamanan penggunaan repelan pada anak

Anak-anak memerlukan pengawasan khusus. Orang dewasa sebaiknya mengoleskan repelan untuk anak dan memastikan anak tidak memegang atau mengaplikasikan produk sendiri. Hindari penggunaan repelan pada tangan anak agar produk tidak mudah berpindah ke mata atau mulut.

Repelan tidak boleh digunakan pada mata, mulut, luka, atau kulit yang mengalami iritasi. Selain itu, produk berbahan oil of lemon eucalyptus atau para-menthane-diol tidak digunakan pada anak di bawah usia 3 tahun. Selalu periksa label dan ikuti petunjuk penggunaan sebelum mengaplikasikan produk pada anak.

7. Waspadai gejala setelah kembali dari perjalanan

Perlindungan tetap perlu diperhatikan setelah perjalanan selesai. Pelancong yang mengalami demam atau gejala lain setelah mengunjungi daerah dengan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk atau serangga perlu segera menyampaikan riwayat perjalanan kepada tenaga kesehatan.

Hal ini sangat penting terutama bila Anda baru pulang dari daerah endemis malaria. Kementerian Kesehatan mengingatkan pelancong untuk memeriksakan demam selama berada di daerah tersebut hingga satu bulan setelah pulang. Jangan lupa menyebutkan lokasi yang dikunjungi dan waktu perjalanan saat berkonsultasi.

Checklist perlindungan sebelum berangkat

  1. Periksa risiko penyakit di destinasi, terutama jika menuju daerah endemis malaria.
  2. Konsultasikan rencana perjalanan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
  3. Bawa repelan dengan bahan aktif dan petunjuk penggunaan yang jelas.
  4. Siapkan pakaian longgar berlengan panjang dan celana panjang.
  5. Pertimbangkan perlengkapan tidur atau kelambu untuk tempat yang tidak terlindungi.
  6. Gunakan permetrin hanya pada pakaian atau perlengkapan yang sesuai petunjuk, bukan pada kulit.
  7. Siapkan perlindungan yang aman dan sesuai usia bila bepergian bersama anak.

Mencegah gigitan nyamuk dan serangga saat traveling tidak harus rumit. Mulailah dengan mengenali risiko tujuan, lalu kombinasikan repelan, pakaian tertutup, penginapan yang terlindungi, dan kelambu bila dibutuhkan. Dengan persiapan tersebut, perjalanan dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui gigitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *