Travel

Cara Memilih Makanan dan Minuman yang Aman saat Traveling

Menikmati makanan lokal merupakan bagian penting dari pengalaman traveling. Namun, makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat menyebabkan diare wisatawan, muntah, sakit perut, dan infeksi lainnya. Dengan kebiasaan sederhana sebelum serta selama perjalanan, risiko tersebut dapat dikurangi.

Keamanan makanan dan minuman saat traveling bergantung pada tujuan, kondisi sanitasi, jenis perjalanan, dan kondisi kesehatan setiap pelancong. Karena itu, jangan hanya mengandalkan tampilan makanan atau kejernihan air. Gunakan beberapa pemeriksaan praktis berikut sebelum memutuskan apa yang akan dimakan dan diminum.

1. Siapkan perlengkapan sebelum berangkat

Persiapan yang baik membantu Anda tetap berhati-hati ketika berada di tempat dengan akses air bersih atau fasilitas kebersihan yang terbatas. Masukkan oralit ke dalam perlengkapan perjalanan untuk berjaga-jaga jika diare atau muntah terjadi. Oralit dapat membantu mendukung rehidrasi ketika tubuh kehilangan banyak cairan.

Siapkan pula hand sanitizer berbasis alkohol dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Gunakan ketika sabun dan air tidak tersedia. Meski demikian, mencuci tangan dengan sabun dan air tetap menjadi pilihan utama, terutama sebelum makan atau menyiapkan makanan.

Pelancong yang membawa anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan imunitas rendah perlu lebih waspada. Kelompok tersebut dapat membutuhkan perhatian lebih ketika mengalami gangguan akibat makanan atau minuman.

2. Pilih makanan yang dimasak matang dan disajikan panas

Prioritaskan makanan yang dimasak hingga matang dan disajikan dalam kondisi panas. Pilihan ini umumnya lebih aman dibandingkan makanan mentah, setengah matang, atau makanan yang telah lama dibiarkan pada suhu ruang.

Berikan perhatian khusus pada daging, ikan, kerang, telur, dan makanan berbahan dasar hewani lainnya. Hindari pilihan yang tampak belum matang sempurna. Sayuran mentah, salad, serta buah yang sudah dipotong juga dapat memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi, terutama jika cara pencucian dan penyimpanannya tidak dapat dipastikan.

Makanan panas bukan berarti otomatis aman. Perhatikan pula kebersihan tempat makan, alat yang digunakan, dan cara makanan disimpan sebelum disajikan. Jika makanan hanya hangat atau terlihat telah lama berada di meja, pilih menu lain yang baru dimasak dan disajikan panas.

3. Berhati-hati dengan makanan yang dibiarkan pada suhu ruang

Makanan yang dibiarkan pada suhu ruang lebih lama perlu dinilai dengan hati-hati. Masalahnya tidak selalu dapat diketahui dari bau, warna, atau rasa. Makanan dapat terlihat baik, tetapi tetap berisiko jika proses penyimpanan dan penanganannya tidak higienis.

Saat memilih hidangan prasmanan, jajanan, atau makanan siap santap, perhatikan apakah makanan terlindung dari debu dan sentuhan berulang serta apakah makanan panas tetap panas. Bila Anda tidak yakin berapa lama makanan telah dibiarkan, lebih aman memilih makanan yang baru dimasak.

4. Pilih buah yang bisa dikupas sendiri

Buah tetap dapat menjadi pilihan selama cara memilih dan membersihkannya diperhatikan. Utamakan buah yang dapat dikupas sendiri, sehingga bagian yang dimakan tidak banyak bersentuhan dengan permukaan luar.

Untuk buah atau bahan makanan yang perlu dicuci, gunakan air yang keamanannya dapat dipastikan. Hindari buah yang sudah dipotong apabila kebersihan air, pisau, tangan, atau tempat penyimpanannya tidak jelas. Prinsip yang sama berlaku untuk salad dan sayuran mentah.

5. Pastikan sumber air minum

Air yang tampak jernih belum tentu bebas dari bakteri, virus, parasit, atau kontaminan lain. Jika kualitas air di tujuan tidak dapat dipastikan, gunakan air minum dari botol atau kaleng yang masih tersegel dari pabrik.

Alternatif lainnya adalah air yang sudah direbus atau didisinfeksi. Periksa segel kemasan sebelum minum dan hindari sumber yang keamanannya meragukan. Jangan menganggap air bening dari keran atau wadah terbuka pasti aman hanya karena tidak berbau.

Hal yang sebaiknya dihindari ketika kualitas air tidak jelas

  • Air keran untuk diminum maupun menyikat gigi.
  • Es batu yang sumber airnya tidak diketahui.
  • Minuman dari dispenser yang kebersihan dan sumber airnya tidak dapat dipastikan.
  • Minuman yang menggunakan air dengan asal-usul tidak jelas.

Langkah ini penting karena air yang digunakan untuk es, mencuci bahan makanan, atau menyikat gigi juga dapat masuk ke tubuh. Tanyakan atau pastikan sumber air sebelum menerima minuman, terutama di daerah dengan sanitasi yang tidak pasti.

6. Nilai keamanan makanan kaki lima secara langsung

Makanan kaki lima tidak otomatis berbahaya. Banyak pelancong dapat menikmatinya dengan lebih aman jika menilai cara makanan tersebut ditangani. Amati kebersihan penjual, kondisi tempat memasak, cara penyimpanan bahan, serta kebersihan peralatan.

Pilih makanan yang dimasak dan disajikan panas di hadapan pembeli. Hindari makanan yang tampak terbuka, bercampur dengan bahan mentah, atau dibiarkan lama pada suhu ruang. Jika penjual terlihat menjaga kebersihan dan makanan baru matang, risikonya dapat lebih rendah dibandingkan hidangan yang penyimpanannya tidak jelas.

7. Terapkan kebersihan tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan sebelum menyiapkan makanan. Kebiasaan ini membantu mengurangi perpindahan kuman dari tangan ke makanan atau mulut.

Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Bawa produk tersebut di tempat yang mudah dijangkau, terutama ketika berpindah-pindah lokasi atau makan di luar.

8. Kenali langkah saat gejala muncul

Diare, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman berisiko dapat menyebabkan dehidrasi. Prioritaskan rehidrasi dengan minum cairan yang aman dan gunakan oralit sesuai petunjuk pada kemasannya.

Cari pertolongan medis jika diare disertai darah, demam tinggi, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi. Pertolongan juga diperlukan jika keluhan berlangsung lama atau kondisi tubuh memburuk. Jangan memaksakan perjalanan ketika gejala berat muncul.

Checklist singkat sebelum makan dan minum

  1. Apakah tangan sudah dicuci dengan sabun atau dibersihkan dengan hand sanitizer minimal 60 persen?
  2. Apakah makanan dimasak matang dan disajikan panas?
  3. Apakah makanan mentah, setengah matang, atau yang dibiarkan pada suhu ruang dapat dihindari?
  4. Apakah buah dapat dikupas sendiri dan bahan yang dicuci menggunakan air aman?
  5. Apakah air minum berasal dari kemasan tersegel, telah direbus, atau telah didisinfeksi?
  6. Apakah es, dispenser, dan air untuk menyikat gigi berasal dari sumber yang aman?

Tujuan dari langkah-langkah ini bukan menghilangkan seluruh pengalaman kuliner selama traveling, melainkan mengurangi risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan memilih makanan matang, memastikan air, menjaga kebersihan tangan, dan membawa oralit, Anda dapat menikmati perjalanan dengan persiapan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *