Cara Menyimpan dan Menggunakan Es Batu agar Aman
Es batu yang dimasukkan ke dalam minuman atau bersentuhan langsung dengan makanan perlu diperlakukan seperti bahan pangan lainnya. Es bukan sekadar benda untuk mendinginkan, karena apa pun yang menempel pada permukaannya dapat ikut masuk ke tubuh saat es mencair.
Karena itu, cara menyimpan es batu agar aman tidak hanya berkaitan dengan suhu dingin. Kebersihan air, wadah, alat pengambil, tangan, serta pemisahan antara es konsumsi dan es untuk pendingin juga perlu diperhatikan. Dengan kebiasaan sederhana, risiko kontaminasi dapat dikurangi di rumah.
Gunakan air yang aman untuk membuat es
Langkah pertama dimulai sebelum air berubah menjadi es. Es yang digunakan dalam minuman atau bersentuhan langsung dengan makanan harus dibuat dari air yang aman. Air yang tampak jernih belum tentu cukup menjadi alasan untuk mengabaikan kebersihannya, sebab es akan dikonsumsi secara langsung setelah mencair.
Pastikan air yang digunakan memang layak untuk keperluan konsumsi. Hindari membuat es dari air yang diragukan kebersihannya, terutama jika es tersebut akan disajikan kepada orang lain. Prinsipnya, keamanan es mengikuti keamanan air sebagai bahan dasarnya.
Pilih dan bersihkan wadah penyimpanan
Setelah membeku, pindahkan atau simpan es dalam wadah yang bersih dan aman untuk pangan. Wadah yang digunakan untuk es konsumsi sebaiknya tidak dipakai dalam kondisi kotor, berminyak, atau masih menyisakan bahan lain. Sisa kotoran dapat berpindah ke permukaan es dan ikut terbawa ke minuman.
Wadah es juga sebaiknya tertutup. Penutup membantu mengurangi kemungkinan es terkena debu, percikan, tangan, atau benda lain di area penyimpanan. Jika wadah perlu dibersihkan, pastikan bagian dalam dan alat yang digunakan sudah bersih sebelum es dimasukkan kembali.
Hindari mencampur es baru dengan es lama yang kondisinya tidak jelas. Es yang mencair lalu membeku kembali juga sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi apabila selama proses tersebut berisiko terkena kotoran atau terjadi kontaminasi silang.
Simpan es konsumsi secara terpisah
Bedakan es yang akan dimasukkan ke minuman dari es yang hanya digunakan untuk mendinginkan makanan, minuman, atau bagian luar kemasan. Pemisahan ini penting karena fungsi keduanya berbeda. Es untuk konsumsi harus dijaga agar tidak bersentuhan dengan permukaan yang mungkin membawa kontaminan.
Es yang digunakan untuk mendinginkan bagian luar botol, kaleng, kotak makanan, atau kemasan lain tidak boleh dipakai kembali sebagai bahan konsumsi. Permukaan kemasan dapat membawa kotoran yang kemudian berpindah ke es melalui air lelehan.
Jika ragu apakah es pernah bersentuhan dengan permukaan luar kemasan atau bahan yang tidak bersih, jangan gunakan es tersebut untuk minuman atau makanan.
Ambil es dengan alat yang bersih
Cara mengambil es merupakan bagian penting dari cara menyimpan es batu agar aman. Gunakan penjepit atau sendok es yang bersih dan khusus untuk mengambil es. Setelah digunakan, alat tersebut perlu dijaga agar tidak diletakkan pada permukaan yang kotor sebelum dipakai lagi.
Jangan mengambil es dengan tangan, meskipun tangan terlihat bersih. Tangan dapat menyentuh banyak permukaan sebelum masuk ke wadah es. Selain itu, jangan mencelupkan gelas atau wadah minuman langsung ke dalam tempat penyimpanan es. Bagian luar gelas dapat membawa kotoran, sedangkan bibir gelas bersentuhan dengan mulut.
Penggunaan alat khusus membuat es tidak perlu disentuh secara langsung dan membantu menjaga isi wadah tetap higienis. Tutup kembali wadah setelah mengambil es agar paparan dari lingkungan dapat diminimalkan.
Perhatikan air lelehan es
Es yang mencair menghasilkan air yang dapat memindahkan kontaminan dari satu permukaan ke permukaan lain. Karena itu, air lelehan tidak boleh dianggap selalu bersih, terutama jika es sebelumnya digunakan untuk mendinginkan kemasan atau berada di tempat yang berpotensi kotor.
Jika menggunakan es untuk mendinginkan makanan di dalam pendingin, simpan makanan dalam wadah yang kedap air. Wadah ini mencegah makanan bersentuhan langsung dengan air lelehan es. Cara tersebut juga membantu mencegah cairan dari makanan menyebar ke es dan bahan lain di sekitarnya.
Jaga area penyimpanan tetap bersih dan perhatikan agar makanan, kemasan, atau benda lain tidak terendam dalam air lelehan. Es konsumsi sebaiknya tidak diletakkan di area yang sama dengan es untuk mendinginkan bahan pangan secara langsung.
Bedakan penggunaan es untuk konsumsi dan pendinginan
Es untuk minuman dan makanan
Es ini dibuat dari air yang aman, disimpan dalam wadah bersih dan tertutup, serta diambil menggunakan alat yang bersih. Es tersebut tidak boleh bersentuhan dengan tangan, gelas kotor, bagian luar kemasan, atau permukaan lain yang berisiko membawa kontaminan.
Es untuk mendinginkan
Es ini digunakan untuk membantu menjaga makanan atau minuman tetap dingin tanpa harus masuk ke dalam makanan atau minuman. Karena dapat bersentuhan dengan bagian luar kemasan dan air lelehan, es jenis ini tidak boleh dialihkan menjadi es konsumsi.
Pemisahan fungsi sejak awal akan mengurangi kebingungan dan mencegah es yang sudah terpapar lingkungan digunakan kembali untuk diminum.
Checklist sebelum menggunakan es batu
Sebelum memasukkan es ke minuman atau menyajikannya bersama makanan, periksa beberapa hal berikut:
- Es dibuat dari air yang aman untuk konsumsi.
- Wadah penyimpanan bersih, aman untuk pangan, dan sebaiknya tertutup.
- Es tidak pernah disentuh langsung dengan tangan.
- Pengambilan dilakukan menggunakan penjepit atau sendok es yang bersih.
- Gelas atau wadah minuman tidak dicelupkan ke tempat es.
- Es tidak pernah digunakan untuk mendinginkan bagian luar kemasan.
- Es tidak mencair lalu membeku kembali dalam kondisi yang berisiko terkontaminasi.
- Es konsumsi disimpan terpisah dari es untuk pendinginan.
Kesimpulan
Cara menyimpan es batu agar aman dimulai dari penggunaan air yang aman, lalu dilanjutkan dengan penyimpanan dalam wadah bersih dan tertutup. Saat mengambilnya, gunakan penjepit atau sendok es yang bersih, bukan tangan atau gelas.
Yang tidak kalah penting, pisahkan es untuk konsumsi dari es untuk mendinginkan makanan atau kemasan. Es yang sudah terpapar permukaan luar atau air lelehan yang berisiko terkontaminasi sebaiknya tidak digunakan untuk minuman maupun makanan. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga es tetap layak digunakan dan mengurangi risiko kontaminasi silang di rumah.
